"ayo." Ucap sang pria kala melihat gadis di hadapannya telah selesai melakukan panggilan. "Ru." "Gak perlu cerita, kita berangkat sekarang ya." Ucap Keynaru menarik lengan Renata. Renata yang hanya mampu mengikuti langkah pria tinggi di depannya tidak dapat berkata apa-apa lagi, ia takut sungguh takut kehilangan seseorang yang berarti di dalam hidupnya lagi. Renata terus berdoa di dalam hatinya ia bahkan tidak mau memikirkan hal yang aneh-aneh, terus berjalan mengikuti langkah pria di depannya yang sebelumnya tangan kekar itu menarik lengan mungil miliknya kini mereka bergandengan tangan. Seakan tidak mau melepaskan dan kehilangan genggaman Keynaru pada gadis di belakangnya sungguh erat. Key lalu membukakan pintu mobil seketika ia melepaskan genggaman tangan mereka mengisyaratkan agar

