Saat itu, Evan menyembul dari kamar yang memang bersebelahan dengan kamar Chilsa. Dia mengacungkan jempol kepada Surti ketika perempuan itu baru saja keluar dari kamar Chilsa. Surti pun tersenyum sambil mengacungkan jempolnya juga. "Mbak Chilsa benar-benar beruntung bisa memiliki laki-laki seperti Pak Evan. Meskipun duda dan sudah memiliki anak dewasa, tetapi dia masih tampak tampan sangat baik hati." Surti tersenyum, kemudian segera kembali ke kamarnya dan melanjutkan tidur yang tadi sempat terjeda. ~~ Lebih baik diteriakin, dimarahin, dan di omelin daripada didiamkan dan dianggap tidak ada. Ya, ternyata tidak enak dianggap tidak ada. Mereka memang telah sepakat untuk tidak saling memperdulikan satu sama lain, tetapi nyatanya tidak semudah itu. Pagi itu, dia melihat Evan yang s

