Kelas sudah usai, Chilsa segera keluar dari kelasnya dengan memakai ransel pink kesayangannya. Tangan kirinya sibuk membawa beberapa modul. Saat itu dia pencet-pencet HP untuk memesan taksi online. Ya, sekali lagi dia masih malas dijemput sama Pak Udin. Karena tadi pagi Pak Udin sudah membuat Dia kesel gara-gara pak Udin sevis mobil, Chilsa harus memohon kepada Evan untuk naik mobilnya, dan ditolak. Itu adalah momen paling menyebalkan untuk Chilsa. "Sa," sebuah suara mengagetkan Chilsa. Perempuan itu langsung menghentikan langkahnya dan mendongakkan kepala. "Hai, halo." Chilsa tersenyum pada laki-laki itu. Ya, Siapa lagi kalau bukan Prass. Siang itu dia sengaja menghampiri Chilsa ke kelasnya. "Kamu mau pulang?" "Iya." "Mau aku antar aja?" "Nggak. Nggak usah, aku dijemput sa

