Air Mata yang Berbicara

1037 Kata

Adzan magrib baru saja berkumandang. Donna udah pergi 1 jam yang lalu setelah dia selesai mengajar Bianca les piano. Donna sudah pergi, tetapi Chilsa masih menangis sesenggukan di kamarnya. Entah kenapa dia bisa sesakit itu dengan hanya melihat Evan tertawa dan bercanda dengan Dona. Soal tangan Evan yang menyentuh pucuk kepala Donna, bukankah seharusnya tidak apa-apa? "Mbak Chilsa. Ayo makan dulu, Mbak. Hari ini Mbak Surti masak banyak untuk semua orang. Mbak Chilsa ikut makan yuk?" Surti terlihat mengetuk pintu kamar Bianca sambil membawa sop ayam beserta nasi. "Chilsa sama sekali Enggak lapar, Mbak Surti. Makannya besok pagi aja." "Mbak, dari siang mbak Chilsa mengurung diri di kamar terus. Ayo keluar dulu sebentar dan makan, Mbak." "Nggak mau, Mbak Surti. Chilsa nggak laper.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN