Sudah beberapa hari dan beberapa malam, Chilsa tidak mengganggu Evan yang sedang bekerja. Mereka tidur di kamar masing-masing. Padahal biasanya, Chilsa selalu datang ke kamar Evan dan terkadang dia juga minta ditemani di kamarnya. Namun, Sudah beberapa hari ini Chilsa begitu anteng. Sebenarnya dia merindukan saat-saat bersama Evan. Dia rindu menjahilinya, rindu nempel-nempel tapi tidak ditempeli balik. Dia rindu melihat wajah Evan yang panik. Intinya, dia rindu menggoda suaminya sendiri. Namun, dia takut kalau sampai Evan lebih agresif daripada dirinya. Dia belum ingin hamil dan punya anak. Itu sama sekali belum ada di fikiran Chilsa. Membayangkan punya anak ketika dia masih kuliah adalah momok terbesar di hidupnya. Begitu juga dengan Evan. Dia fikir, dia akan bahagia jika terlepas dar

