Cemburu lagi?

2020 Kata

Malam kian larut. Dingin semakin menusuk. Bianca masih terjaga meskipun sudah di pertengahan malam. Dia berbaring sambil menatap langit-langit kamarnya. Air mata menetes ke pipinya. Entahlah, dia tidak tahu persis Apa tepatnya yang membuat dia menangis seperti ini. Karena seluruh masalah campur aduk menjadi satu. Meskipun pangkal dari masalah itu cuma satu, yaitu pernikahan tiba-tiba sang papa dengan sahabatnya. Ya, satu pangkal masalahnya dan melebar kemana-mana. Kini, dia merasa sendiri. Dia takut kalau ayahnya tidak lagi mempedulikan dia. Dia takut kalau dia bukan lagi prioritas bagi ayahnya. Karena selama ini dia merasa yang dia punya hanya papa. Kalau papa sudah memiliki Chilsa yang kekanak-kanakan dan belum dewasa itu, bisa jadi dia akan diacuhkan. "Tuhan, bisakah engkau menci

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN