"Om, Om dengar suara pintu terkunci atau tidak?" tanya Chilsa sambil menajamkan pendengarannya. "Iya." "Coba cek, Om." Entah kenapa Evan menurut begitu saja. Dia benar-benar ngecek dan mencoba untuk membuka pintu dan benar saja, pintu tidak bisa dibuka dan dikunci dari luar. "Nggak bisa dibuka." Evan menatap Chilsa dengan tatapan pasrah. Mungkin ini memang cara yang kekanak-kanakan, mengunci dua orang yang sedang berselisih di dalam kamar. Namun, ini cara yang terbaik menurut Mbok sum agar mereka berdua berbicara tanpa gengsi. Sebenarnya Evan masih malas berduaan seperti ini. Dia masih sakit hati dan kesal jika mengingat tadi malam. "Hiiiiih … Mbok Sum ini benar-benar nggak ada akhlak," gerutu Chilsa. Kemudian, dia meringkuk membelakangi sang suami. "Bukan hanya Mbok sum sa

