Buka Gembok Hati?!

1096 Kata
Pertemuan pertama tadi pagi itu benar-benar menjadi pertemuan yang berkesan di hati Fanny. Tidak tahu kalau anak-anak lain menganggapnya apa. Berkesan atau tidak. Fanny tidak tahu. Cewek manis kelahiran Jakarta itu sekarang sibuk scrolling sosial medianya. Sepertinya dia benar-benar gabut hari ini. Tugas-tugas menulis itu sudah dia kerjakan sedari pagi-pagi buta. Sebelum ayam berkokok. Sebelum matahari terbit. Yaps, cewek manis itu memang sedang semangat-semangatnya dalam mengejar apa yang dia inginkan. Lagi pula dia sudah membuat perencanaan untuk penutup 2021. Dan juga goals-goals gila yang benar-benar bikin sakit kepala. Bagaimana bisa, dia yang baru saja terjun di dunia kepenulisan selama tiga sampai empat bulan terakhir itu malah membuat perencanaan Desember 2021 untuk ikut pembaruan harian mengetik di berbagai platform online berbayar? Padahal, satu saja dia sudah babak belur begini. Ah … atau memang kerja kerasnya itu kurang keras seperti senior-seniornya ya? Fanny tidak tahu. Tapi dia merasa begitu bersemangat ketika membayangkan akan menulis di berbagai platform online ketika awal tahun 2022 nanti. Sepertinya menjadi seseorang yang sangat sibuk dan dapat menghasilkan uang yang lumayan banyak itu sepertinya terkesan keren sekali. Dia mau jadi seperti itu. Walaupun dia tidak dapat mencapai goals-goals-nya selama beberapa tahun terakhir. Dia terlihat seperti orang gila yang hanya beriming-iming menjadi orang kaya cepat. Menceritakan semua perencanaan gilanya itu kepada semua teman-teman dekatnya. Membuat dia dikagumi banyak orang. Tapi sebenarnya dia tidak melakukan aksi apapun. Bahkan satu pun tidak ada. Huft … Tapi, kali ini dia mulai beraksi. Dia ingin kaya cepat. Jadi dia ingin bekerja sangat-sangat keras. Dia bukan seorang pemimpi yang hanya beriming-iming tinggi tanpa melakukan satu aksi apapun seperti dia yang dulu. Fanny pada tahun 2021 ini telah banyak berubah. Begitu banyak coban yang menghadangnya. Mulai dari bulan Mei. Waktu akhir semester kelas 10. Dia kecelakaan secara dadakan. Mental dan fisiknya terkuras habis. Tak ada yang mengetahui itu. Hanya dirinya yang tahu apa yang ia rasakan. Dan seberapa kuat dirinya untuk tetap bertahan di tengah kehidupannya yang keras. . . . . . Entah mimpi-mimpi menulis mengikuti pembaharuan keseharian di berbagai platform itu akan terwujud. Fanny masih mencoba bertahan saat ini. Ditengah dirinya yang muak dan merasa sangat lelah melakukan pekerjaan menulis setiap hari. Meskipun tulisannya terbilang cepat selesai. Dan itu merupakan suatu kemajuan yang dia tunggu-tunggu selama ini. Tapi, jiwa malasnya tetap ada. Belum hilang seratus persen. Posisi kemalasan itu belum digantikan dengan posisi ambisiusnya. Sepertinya tinggal menunggu waktu saja. Karena cewek cantik itu terus berusaha setiap hari. Bahkan dia sanggup untuk tidur di tengah malam dan bangun sebelum ayam berkokok. Kalau letih, dia selalu mengingat-ingat motivasi yang selama ini dia temukan dan di simpan di aplikasi sosial medianya. Seperti i********: dan t****k. Fanny sendiri juga belum yakin apakah mimpinya itu akan terwujud sesuai deadline yang dia buat? Yaitu di akhir bulan 2021. Bulan penutup dari tahun yang penuh pelajaran ini. Bisa dibilang tahun 2021 adalah tahun terberat dan penuh ujian untuk kehidupan cewek manis itu. . . . Saat sedang asyik-asyiknya scrolling reels i********:, fitur baru yang akhir-akhir ini menggemparkan dunia per-i********:-an. Dia menemukan sebuah video motivasi berupa lagu. Terlihat dalam video tersebut, Selena Gomez yang sedang bernyanyi penuh semangat. Tema yang di angkat oleh lagu bahasa Inggris itu adalah INSECURE. Awalnya Fanny hanya iseng-iseng saja memposting video tersebut di status w******p miliknya. Karena lagu itu terasa sangat relate dengan keadaannya sekarang. Tentu saja tanpa caption apa-apa. Dia hanya sekedar gabut lalu mempostingnya. Dan tiba-tiba saja ada deringan w******p dari seseorang. Tampak di notifikasi kalau Yuuada telah mengiriminya pesan. Tanpa perasaan apapun, hanya sebatas menganggapnya teman sekedar kenal. Jemari Fanny lekas menekan notifikasi itu. Fan Lo udah kelar bubut? -Yuuada SMKN 109 Oh udah. -Fanny SMKN 109 Tadi Gua belum kelar bubut. -Yuuada SMKN 109 Susah cok. -Yuuada SMKN 109 Tinggal bagian camper aja Gua. -Yuuada SMKN 109 Lo pasti bisa kok. -Fanny SMKN 109 reply susah cok. Yang cewek mah enak dibantuin Pak Sadadi. -Yuuada SMKN 109 Iya bagi yang cantik. Yang ga cantik kerjain sendiri. -Fanny SMKN 109 reply yang cewek mah enak dibantuin Pak Sadadi. Fanny, cewek itu tidak menerima balasan apapun lagi dari Yuuada. Jangankan balasan. Dilihat saja, belum. Centang dua berwarna birunya belum ada. Artinya belum dilihat. Tapi, kali ini Fanny memposting tulisan yang dia tulis sendiri. Sepertinya itu suasana hatinya. Tapi tetap saja dia menyangkal dan menganggap itu hanya sebagai candaan belaka. Status WhatsApp Gila kelas sebelah ceweknya cantik-cantik banget. Saia insecure WKWKWK Padahal dia baru saja memposting beberapa saat yang lalu. Dan tiba-tiba muncul lagi notifikasi dari Yuuada. Entah apakah cowok keren itu membalas status w******p miliknya atau membalas obrolan yang tadi. Dengan cepat Fanny menekan notif itu. Tentu saja dia tidak memiliki perasaan apapun pada cowok itu. Walaupun dia terkenal sebagai cowok pintar nan jenius. Fanny tidak peduli. Dia ingin mengosongkan hatinya saja. Tidak ingin kejadian menyakitkan di jenjang sekolahnya yang dulu itu terulang kembali. Cewek manis itu tidak mau sakit hati lagi. Wkwkwk tadi Akbar chat Gue. -Yuuada SMKN 109 reply your status w******p 'Gila kelas sebelah ceweknya cantik-cantik banget. Saia insecure WKWKWK' Ngapain dia? -Fanny SMKN 109 Nanyain temen ceweknya. Ada yang dia taksir. -Yuuada SMKN 109 Oh iya. Cantik sih ya. Lo juga pasti demen wkwk. -Fanny SMKN 109 Tiba-tiba saja cewek manis itu mengetik sesuatu yang terasa aneh bagi siapapun yang melihat pesan singkat itu. Memang itu sebua candaan belaka. Tapi jika dipikir-pikir lagi, buat apa dia sampai berkata seperti itu kalau tidak ada maksud? Tapi, Fanny tetap menyangkal perasaannya. Dia yakin seratus persen kalau dia tidak menyukai Yuuada sama sekali. Apaan udah penuh slotnya. Yuuada SMKN 109 Gak. Pasti Lo ada yang Lo taksir. -Fanny SMKN 109 Dih dibilangin. Gak ada. Nihil Gue. -Yuuada SMKN 109 Fanny hanya membaca pesan itu. Dia tertawa cekikikan sedari tadi. Karena chatan singkat itu terasa lucu. Sampai-sampai berhasil menggelitik perutnya. Ada ada aja sih. Gue nggak cemburu atau gimana-gimana sih. Gue cuman bercanda. Hehehe Maaf, Da Tapi, tiba-tiba dia teringat sesuatu. Kejadian tadi siang yang menurutnya akan membuka topik obrolan lagi. Yah, meskipun Fanny tahu kalau itu akan menjadi topik obrolan singkat. Terlebih Yuuada bukan orang yang banyak omong. Cowok itu memang ternyata sangat misterius. Sepertinya segala hal diprivat dengan apik. Fanny mulai merasa dia adalah seseorang yang lumayan menarik. Da, BTW makasih yang tadi. -Fanny SMKN 109 Wkwkwk -Yuuada SMKN 109 Sama-sama. Santai aja. -Yuuada SMKN 109 Kebetulan Gue mau ke toilet tadi itu. -Yuuada SMKN 109 Fanny, cewek itu tersenyum-senyum. Tidak menjawab pesan itu. Entah mengapa sekarang hatinya terasa sedikit senang. Padahal, dia yakin sekali kalau dia tidak menyukai siapapun saat ini. Entahlah. Sial. Kenapa Gue jadi senyum-senyum gini?! Ah ... pasti karena kecapean. Udahlah mending tidur aja!
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN