"Nadin?!" Mas Raja terkejut. Nadin---gadis cupu yang dia kenal dulu, kini benar-benar sudah berubah. Penampilannya seratus delapan puluh derajat sangat feminim. Cantik, elegan dan berkelas. Dia tidak lagi gadis cupu yang menggunakan kacamata minus dengan rambut dikepang dua, tetapi kini seperti wanita kelas atas. Nadin tersenyum, menampakkan lesung pipi di pipi kanannya. Gadis itu memanggil seorang pelayan kafe untuk memesan minuman. Sementara seorang pria di sebelahnya hanya duduk sembari memainkan ponsel, yang ada di tangannya. "Mau pesan apa, Nyonya?" Tanya sang pelayan ramah. Mas Raja memperhatikan Nadin dari jarak beberapa meter. Tanpa ingin melewatkan pandangannya. Nadin---gadis cupu sudah berubah drastis. "Dua jus jeruk dan makanan ringan ya!" jawab Nadin. Sang pelayan mencata

