"Raja?!" Nadin berseru begitu melihat kehadiran Raja yang menghadang jalannya. Rem mobil diinjak mendadak. Raja mengetuk kaca pintu mobil Nadin dari arah samping kanan. "Nadin, buka pintu mobilnya!" Nadin menurunkan kaca mobil. "Ada apa, Raja?" "Turunlah!" "Maaf, aku tidak punya waktu," ketus Nadin. Seraya kembali menutup kaca mobilnya. Tapi dengan cepat Raja berhasil menahan kaca mobil Nadin. "Kalau kamu tidak mau turun, maka aku akan memaksamu dengan kekerasan." "Apa yang kau inginkan dariku? Aku tidak punya urusan denganmu." "Mari kita bicara secara baik-baik!" "Kita tidak punya urusan atau pun dendam. Jadi menyingkirlah dari hadapanku." Nadin menaikan nada bicaranya. Terdengar sangat ketus, sementara Raja tidak menyerah begitu saja untuk membuat Nadin menyerah, dan berbica

