"Lalu, bagaimana nasib bayimu sekarang, Nadin? Apakah papamu tidak pernah memberitahukan dimana bayi yang kamu lahirkan dulu?" Tanya Alan. Seraya membelai rambut Nadin dengan lembut. Nadin menggeleng sembari meneteskan air mata. "Aku tidak tahu Alan." Setelah dia melahirkan, kedua orang tua Nadin menyimpan rapat-rapat rahasia itu hingga sekarang. Pernah suatu hari Nadin bertanya kepada papahnya dimana bayi itu, tapi jawaban dari papahnya bungkam seribu bahasa. Papahnya hanya mengatakan ini demi masa depanmu, turutilah apa kata orang tuamu. Nasehat papahnya yang selalu teringat di dalam pikiran Nadin hingga kini. "Pa, katakan dimana Papa membuang bayiku?" Nadin bertanya dengan suara yang rendah. Hampir saja air matanya jatuh membasahi pipi. Matanya terlihat berkaca-kaca. Papahnya mena

