Bab 59. Terima Kasih Zahra

1515 Kata

"Naya!" Nadin memeluk gadis kecil yang ada di hadapannya. Dia sangat cantik, hidungnya mancung dan berkulit putih. Rambutnya panjang ikal sebahu. "Cantik kenapa nangis?" Tanya Naya. Tangan kecilnya menghapus jejak air mata. "Aku gak nangis, kok," jawab Nadin berbohong. Putri yang sudah lama dia rindukan kini hadir menjadi nyata di hadapan. Naya sudah besar hampir sama tingginya dengan Nadin. Gadis kecil itu tersenyum menampakkan barisan giginya yang kecil dan putih bersih. Naya kecil sudah besar dan hampir tumbuh menjadi gadis remaja yang sempurna. Matanya mirip dengan Raja dan juga alisnya sangat tebal dan hitam. "Mama, lihat cantik datang bawa boneka dan coklat," teriak Naya. Maya yang sedang memasak di dapur datang menghampiri. "Ada apa, Nak? Kenapa teriak-teriak, sih? Mama kan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN