"Apa?!" Suara Agus dan Maya terdengar kaget. Naya koma karena kehilangan banyak darah. Maya berdiri dan langsung menuju ruang ICU. Naya sudah dibawa Regan ke sana karena koma. Sampai di ruang ICU, Maya berdiri menatap gadis kecilnya dengan mata berkaca-kaca. Tidak di sangka kalau ini adalah harga yang harus dibayar. Karena mengizinkan Naya bersepeda sendiri saat jalanan lagi licin. Biasa Naya dan suaminya akan memilih bersepeda santai di sekitar rumah mereka saja, lalu kembali. Pagi itu Naya meminta pada papahnya untuk lebih jauh. Sembari menikmati nuansa libur di area perbukitan. "Naya bangun, Nak! Ini Mama." Suara Maya lirih berbisik di telinga anaknya. Mata Naya terpejam rapat dengan selang oksigen di hidungnya. Tangannya terpasang jarum infus. Denyut nadinya semakin lemah. Gadi

