"Tunggu, Mas!" Cintiya menghentikan langkah suaminya dengan mencekal pergelangan tangan. Raja berhenti tanpa menoleh. "Ada apa, Cintiya?" "Aku ikut, aku ingin memastikan kalau kamu tidak ada hubungan apa-apa dengan wanita ini," tegas Cintiya. Raja berbalik dan menarik napas. "Tunggu saja di rumah dan jaga Dafa dengan baik! Itu lebih baik daripada kamu harus ikut serta mengawasiku seperti narapidana." Pelan, namun terdengar jelas Raja memerintah. "Tapi, Mas ...." Ucapan Cintiya menggantung. "Sudahlah, Cintiya. Jangan mempersulit keadaan. Aku akan sangat berterima kasih padamu kalau kamu mau menurut pada suamimu ini." Tanpa banyak bicara, Raja langsung meninggalkan Cintiya yang masih belum terima dengan sikap sang suami. Nadin sudah lebih dulu naik ke dalam mobil bersama Alan. Menuju

