BAB XII

3270 Kata

"Pak itu!" teriakku melepas genggaman Satria. "Itu jemputan saya, Pak, maaf." Semakin kencang sembari mendekati mobil "Kanya," Panggil Satria masih mematung di tempatnya. Aku terus berteriak agar dua polisi itu mau berhenti. Nahasnya mereka yang dengan baik hati aku panggil Pak tidak peduli dengan teriakanku. Acuh sekali padaku dan tetap mendekat pada mobil Honda berwarna hitam di sana. Mobil yang sudah membuka kacanya. "Hah, hah, hah, huft, Pak." Mengatur napas di depan dua polisi berseragam. Satu polisi bahkan berseragam lengkap dengan s*****a dan rompi anti pelurunya. "Maaf, Pak. Dia memang sedikit kurang waras," ucapku sambil menoleh pada seseorang yang menatapku juga dengan kemarahan di balik kemudi. "Kurang waras bisa jadi Perwira TNI? Apa ada masalah dengan perekrutan abdi negar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN