BAB XXII

2934 Kata

"By!" teriakku namun dia tak peduli. Melangkah dan mendekati dua orang laki-laki dalam pengejaran.Kakiku rasanya lemas sekali. Tidak ada tenaga untuk melangkah. Hingga akhirnya benar-benar lemas dan hanya bisa tersungkur di tanah. Arta masih terlelap saat gaduh-gaduh mulai parah. Dua pemuda yang dalam pengejaran itu semakin dekat dengan Sada. Dan Sada seolah punya dua nyawa. Dengan gagah berani dia mendekat, bahkan berlari kencang. Derap langkah kaki berhenti di sampingku. Sigap tangannya menutup kedua mataku. Sebelahnya lagi memintaku bangun. "Bangunlah!" Suara lembut yang sudah tidak asing lagi. Tangan itu tak membiarkan mataku terbuka. Hanya gelap warna yang terlihat. Namun langkah kakiku dituntunnya pelan sembari menjaga Arta yang terlelap dalam gendongan. "Bripda Dea, tolong baw

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN