“Non, kenapa Non nekad mau bunuh diri begitu?” Yeni segera menginterogasi Nara saat pagi. Nara terlihat terkejut ketika mendapati dirinya sudah di dalam kamar. “Aku cuma mau mandi, Yeni.” Yeni melotot garang, berpura-pura marah sembari berkacak pinggang. “Mandi? Non mandi? Pake acara cabut jarum infus segala. Non enggak tau gimana marahnya Pak Devan? Saya yang takut, Non …” Nara diam saja, memperhatikan ekspresi di wajah Yeni. “Kalo Non mau mati, mau bunuh diri, atau mau kabur, Non lakuin pas Yeni lagi libur aja. Non yang kemarin-kemarin bela Yeni kan biar enggak dihukum?” Nara tercenung mendengarnya. Dia menggeleng, “aku enggak bunuh diri, Yeni. Aku cuma mau mandi terus … lemas,” tutur Nara dengan suara lebih lemah. “Aduh Non, pingsannya yang elit sedikit dong. Masa di kamar mandi,

