“Bawa dia,” perintah Bianka dengan angkuhnya usai tiba-tiba saja merundung Nara. Nara masih tidak paham kenapa dia harus bertemu dengan Bianka. Wanita itu terlalu kejam. Nara merasa tidak berdaya harus berhadapan dengan wanita superior itu. Tangannya tiba-tiba saja diangkat, dia diseret oleh asisten yang menemani Bianka. “Berhenti, kalian apa-apaan ini?! lepas!” Nara memberontak, dia menjerit tetapi tenaganya kalah. Memasuki area griya tawang, Bianka menatap sekelilingnya. Yeni baru saja masuk dengan menenteng pesanan milik Nara. “Non, kok pintu depan kebuka--” Suaranya terhenti saat melihat Bianka yang berbalik dan menatap Yeni. “Non? Siapa yang kamu panggil itu?” tanyanya. Yeni ikut terkejut, membeku saat melihat wanita cantik berambut panjang yang seksi berdiri tak jauh darinya

