Bab 65

1647 Kata

“Ada apa Yeni?” Nara bertanya saat melihat Yeni yang berdiri resah. Memang beberapa kali Yeni menghembuskan napasnya kasar. Di dalam penthouse yang steril dan sunyi, kegelisahan Yeni sudah mencapai puncaknya. Ia berkali-kali melirik Nara yang tampak tenang, tenggelam dalam dunia novel di tangannya. Gadis itu tidak tahu bahwa di ruang tamu, seorang pria dari masa lalunya yang paling berdarah telah kembali. "Non..." Yeni berbisik ragu. Nara hanya menggumam pelan tanpa mengalihkan pandangan dari buku. "Ada apa, Yen? Kamu keliatan pucat." "Enggak, Non. Yeni... Yeni cuma mau ke depan sebentar," tukas Yeni cepat sembari melangkah keluar dengan jantung berdebar. Begitu pintu ruang tamu terlihat, Yeni mendesis sinis. Di sana, Julian duduk dengan angkuh. Meski tangannya digips dan wajahnya ma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN