Nara sedang tidak ingin meladeni siapa pun, tapi sekarang malah harus berhadapan dengan Julian. Maanya memandang penuh berani. “Kenapa kamu ingin tau? Aku enggak cari masalah--” Grep! Julian segera memegangi kedua lengan Nara dan meremasnya seperti siap menghancurkan tubuh gadis itu. Nara meringis, tapi dia berusaha untuk tetap datar, seolah tidak merasakan sakit. “Oke, kita lihat, sampai mana kamu bertahan,” desis Julian, emosi pria itu terpancing akibat keberanian Nara. Nara berusaha memberontak, dia mencoba mendorong tubuh Julian menjauh. “Sialan. Menjauh dariku!” Julian menyeringai sinis, tatapan matanya turun sampai ke d**a. Nara terbelalak, mewaspadai sikap Julian. “Lebih baik aku menikmati juga kan?” Suara rendah Julian membuat tubuh Nara jadi bergidik ngeri, dia tidak bisa

