Bab 56

1464 Kata

“Pak, biar saya yang tungguin Non,” bisik Yeni, suaranya gemetar melawan aura dingin yang menguar dari majikannya. Yeni merasa takut saat harus bicara, sedari tadi dia berdiri dan menonton Devan yang hanya duduk di kursi sembari menatap intens Nara. Di sudut kamar yang remang, Yeni berdiri mematung. Napasnya tertahan melihat siluet Devan yang duduk kaku seperti arca, matanya yang tajam tak sedetik pun lepas dari sosok Nara yang terbaring ringkih. Dokter baru saja memeriksa keadaan Nara dan Devan benar-benar dimarahi. “Saya tidak mengerti, apa yang kau lakukan pada wanita muda ini.” Devan bahkan diam saja seolah mengabaikan ucapan Dokter Mira. “Apa kamu melakukan kekerasan padanya? Setiap saya memeriksa keadaannya, tubuhnya selalu kacau. Memar di mana-mana dan sekarang? Bahkan kau men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN