Babb 32

1027 Kata

“Non … sekarang sudah baikan?” Yeni jadi semakin was-was, hampir saja wanita yang ditemaninya itu kehilangan nyawanya kalau saja tadi dia tidak mengacak-acak laci nakas. Nara sesekali menatapnya, berbaring lemah dan juga berusaha untuk tersenyum dengan wajah pucatnya. Yeni hanya bisa menatapnya penuh iba. “Kenapa Pak Devan malah pergi-pergi terus sih? Harusnya Pak Devan tuh nemenin Non, orang lagi enggak sehat begini.” Nara tidak merespon omelan pelayan muda itu. Asmanya kambuh pun karena trauma yang dialaminya. “Aku baik-baik aja, Yeni, ini enggak seperti yang kamu pikirkan.” Yeni masih berapi-api, menggerutu, “apanya yang baik-baik aja, Non tuh tiba-tiba nangis pas tidur, terus … sesak napas juga. Saya yang panik Non.” Nara terkekeh kecil mendengarnya. Kalau dipikir-pikir pun dirin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN