bc

BANGKIT DARI LUKA (Arumi Bukan Wanita Mandul)

book_age18+
758
IKUTI
9.8K
BACA
HE
blue collar
lighthearted
bold
city
like
intro-logo
Uraian

Dikhianati oleh suami dan kedua mertuanya, karena tidak bisa memberikannya keturunan setelah beberapa tahun menikah, namun tidak menjadikan hidup Arumi semakin hancur. Arumi bangkit dari luka yang telah ditorehkan suaminya dan juga kedua mertuanya, Arumi bercerai, dan lalu kembali membangun kehidupannya yang sempat ia tinggalkan.Waktu berlalu, Arumi yang telah bangkit dengan identitas aslinya, dan bertemu kembali dengan mereka yang telah mengkhianatinya.Siapa Arumi dan apa identitas aslinya? Akankah Arumi kembali pada mantan suaminya atau ia tetap menjadi dirinya dan bertemu pria yang lebih baik dari mantan suaminya?

chap-preview
Pratinjau gratis
ARUMI 1
“Kamu mau pergi kemana lagi, Mas?” Arumi bertanya pada suaminya, yang sudah berpakaian rapi di hari libur. “Aku ada urusan, kamu diam saja di rumah!” seru Ferdy. “Ini hari minggu, apa kamu tidak menemaniku di rumah?” tanya Arumi pada suaminya. Ferdy berdecak,”kamu ini cerewet sekali, jangan membuatku marah, Arumi! Sudah aku bilang, aku pergi karena ada urusan!” Ferdy pun lantas pergi meninggalkan Arumi yang terlihat sedih dengan sikap suaminya. 2 tahun pernikahan mereka, kini tidak ada lagi keharmonisan, bahkan hal yang romantis saat di awal mereka menikah, tidak lagi Arumi dapatkan. “Kamu berubah, Mas. Apa karena aku belum bisa memberikanmu anak?” gumam Arumi sambil meneteskan air matanya. Ferdy memang sudah sangat ingin memiliki anak dari Arumi, namun sampai saat ini Arumi sama sekali belum mendapatkan tanda akan kehamilannya. Awalnya, Fardy tidak mempermasalahkan hal itu, namun tak disangka, Ferdy kini seolah membencinya. Ferdy sangat jarang pulang ke rumahnya, hanya 3 kali dalam seminggu, bahkan jika pulang di waktu yang sangat larut. Arumi yang bertanya pun tidak pernah dijawab dengan jujur oleh Ferdy, hanya amarah yang Arumi dapatkan dari suaminya. Arumi pun merasa jika Ferdy sudah menyembunyikan sesuatu darinya. Arumi pergi dari rumah, setelah kepergiaan Ferdy beberapa saat yang lalu, ia berencana pergi ke rumah sakit, untuk memeriksakan kesehatannya, dan mengapa ia masih tidak bisa mengandung anak setelah 2 tahun pernikahannya. Saat sampai di rumah sakit, Arumi melihat mobil suaminya terparkir, ia merasa heran dan juga khawatir, berpikir jika suaminya sedang sakit. Arumi pun lekas mencari keberadaan suaminya. Namun, rumah sakit yang begitu luas Arumi tidak bisa menemukannya, teleponnya pun tak kunjung diangkat oleh suaminya. Arumi pun lalu memilih tidak peduli, dan berencana akan bertanya nanti saat di rumah. Arumi pun pergi ke dokter kandungan yang sudah direncanakan pada awalnya. Hingga … “Ferdy …” Arumi melihat Ferdy tengah bersama seorang wanita dengan perut besarnya, yang mungkin usia kandungannya sudah mencapai 7 atau 8 bulan, mereka terlihat memasuki ruangan periksa di dokter kandungan. Arumi mengepalkan tangannya, matanya berair, sakit di hatinya pun kian tersayat. “Apa ini yang sudah kamu sembunyikan selama ini dariku, Mas? Kamu tega, kamu jahat, Mas!” geram Arumi memegang dadanya yang terasa sakit dengan derai air mata yang membasahi wajah cantiknya. Arumi pun memilih berbalik dan menunggu Ferdy di luar rumah sakit, ia bukan wanita bodoh yang akan membuat kekacauan di rumah sakit, meski itu akan membuat malu suami dan selingkuhannya. Tak lama Arumi menunggu di parkiran, Ferdy pun keluar dengan rona bahagia di wajahnya, dengan wanita yang berada di sampingnya. Terlihat Ferdy begitu menjaga wanita itu, Arumi pun semakin merasakan sakit di hatinya. “Itu … Naura?!” ucap Arumi mengenali wanita yang bersama suaminya. Naura adalah mantan kekasih suaminya Arumi ingat, dulu Ferdy memutuskan Naura karena lebih memilihnya. Tapi kini, ternyata Ferdy kembali bersama dengan wanita itu. Arumi tersenyum sinis, rasa sakit di hatinya kini menjadi rasa benci pada suaminya, ia ingin melihat semua keburukan suaminya yang telah menikah diam-diam dengan wanita yang sempat Ferdy tinggalkan. Arumi mengikuti suaminya dengan taksi yang sudah ia pesan, ia tidak mungkin mengikuti Ferdy dengan mobilnya, karena mungkin akan ketahuan. Mobil Ferdy melaju ke sebuah rumah yang tak asing baginya, yaitu rumah kedua mertuanya. “Hati-hati, Sayang.” Ferdy membantu Naura turun dari mobil, terlihat Ferdy begitu menyayangi Naura. “Kalian sudah kembali, bagaimana dengan kehamilanmu, Naura?” tanya ibu dari Ferdy, Ratih. “Semua baik, Bu. Anakku dan Ferdy sehat,” jawab Naura tersenyum. “Bu, kita ngobrolnya di dalam saja,” seru Ferdy. “Ah benar, ayo masuk! Ibu sudah sangat tidak sabar melihat cucu Ibu lahir.” Ratih menyentuh perut buncit Naura dengan senyum yang mengembang di wajahnya. “Sabar, Bu. Beberapa minggu lagi, dia akan lahir,” seru Naura. Arumi pun melihat semua itu dengan tatapan marahnya, ternyata bukan hanya suaminya, tapi mertuanya yang ikut mengkhianatinya. Arumi lantas masuk ke dalam rumah tersebut, melihat mereka tengah bersenda gurau, hingga melihat kedatangannya, mereka pun berhenti. “Arumi, untuk apa kamu kemari?” tanya Ferdy yang terkejut melihat Arumi ada di hadapannya, melihat semua yang selama ini ia sembunyikan. PLAAAK … Arumi menampar suaminya dengan cukup kencang, hingga Ratih dan Naura pun berdiri dari duduknya. “ARUMI!” hardik Ratih tidak terima, anaknya ditampar oleh Arumi. Arumi tidak memperdulikan amarah dari ibu mertuanya, ia menatap marah pada Ferdy suaminya, “jika aku tidak kemari, aku tidak akan tahu apa yang sudah kamu sembunyikan dariku selama ini, Mas!” “Ferdy, biarkan dia tahu, sebentar lagi Naura akan melahirkan, kau bisa bicarakan ini dengan dia sekarang, dasar wanita tidak tahu diri, bahkan berani kamu menapar putraku!” seru Ratih, Ibu mertua Arumi. Arumi menatap suaminya, seolah meminta penjelasan, apa yang dimaksud oleh ibu mertuanya. Sembari memegang pipinya yang merah karena tamparan dari istrinya, Ferdy menatap Arumi marah, “karena kamu sudah melihatnya aku beri tahu semuanya. Aku sudah menikah siri dengan Naura, dan dia akan segera melahirkan anak untuk kita. Kamu bisa ikut merawatnya, bukankah kamu juga ingin memiliki anak?” ucap Ferdy pada Arumi. Naura pun tersenyum,” benar, Arumi. Kami sudah menikah selama 8 bulan, Kamu tidak perlu berpisah dengan Ferdy. Aku tidak masalah, tapi status istri pertama, nanti aku yang miliki.” Naura melangkah mendekat pada Ferdy dan mengelus pipi yang sudah ditampar oleh Arumi. Arumi benar-benar tidak menyangka, ia harus mengenal manusia yang berhati jahat. “Kamu kira aku mau, menjadi madu dari pria b******k sepertinya, dan hidup dengan w************n sepertimu!” seru Arumi. Ratih berjalan dengan amarahnya ke hadapan Arumi dan lalu menampar Arumi hingga pipinya memerah. “Dasar wanita tidak tahu diri, kau dihidupi oleh anakku, dan kau menyebut anakku seperti itu, hah! Bahkan menghina menantuku! Salahkan saja dirimu, yang tidak bisa memiliki anak, dasar wanita mandul, wanita miskin!" cecar Ratih pada Arumi. “Arumi jangan seperti itu, bukankah karena aku kalian bisa memiliki anak, nanti kita akan menjadi keluarga, dan karena kamu tidak memiliki pekerjaan, kamu bisa merawat anakku, karena aku harus bekerja sebagai model,” ucap Naura pada Arumi dengan nada yang mengejek. “Benar, kamu masih bisa hidup dengan baik jika bersama kami, apa kamu memilih keluar dari keluargaku, kamu tahu keluargaku sangat kaya, Arumi! Dan jika kamu pergi dariku, kamu tidak akan bisa menikahi pria lain, kamu mandul Arumi, tidak akan ada pria yang mau denganmu!” Arumi menggelengkan kepalanya, ia tidak menyangka akan dihina seperti ini oleh suami dan bahkan ibu mertuanya, “aku benar-benar menyesal menikah denganmu, Mas! Aku menyesal mengenal keluarga Pratamal” “Arumi, cukup ikuti saja apa yang kita katakan, apa kamu mau hidup menderita di luar sana?” seru Naura pada Arumi. “Kalian memang SAMPAH! Bagiku, hidup bersama kalian lebih menderita, ceraikan aku, Ferdy!” Arumi tidak lagi memanggil Mas pada suaminya, Arumi benar-benar sudah tidak tahan lagi dengan semuanya, cerai dan pergi baginya itu adalah keputusan yang tepat. PLAKKK … Kini Ferdy yang menampar Arumi. “Kamu, dasar wanita bodoh!” "Ya, aku memang bodoh telah percaya padamu, aku bodoh karena mau menikah denganmu! Ceraikan aku saja, aku tidak akan pernah menyesal!”

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Kali kedua

read
221.3K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
235.9K
bc

Istri Lemah, Pengacara Kejam

read
1K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
193.2K
bc

TERNODA

read
201.3K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
22.2K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
84.2K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook