"LARAS! Akhirnya lo datang!" Nina salah satu staf divisi keuangan menyambut kedatangan Laras, dengan wajah pucat pasi. Secara otomatis Laras mengedarkan pandangan ke tiap sudut area pengurus keuangan Mega Tarinka itu. "Lagi?" Laras bertanya sambil berjalan menuju mejanya dulu—tidak ada yang berubah—meski pekerjaannya utamanya berbeda sekarang dan ... lebih berat. Dia menaruh tas di meja dan terdengar teriakan dari dalam ruangan penguasa divisi ini. "Apa lagi masalahnya?" Nina mengedikkan bahu. "Tadi doi nyariin lo, lo nggak ada—tensi doi langsung naik. Lo tau nggak sih itung-itungan proyek di Surabaya dibuang—dibilang sampah—mau ngerugiin perusahaan." Nina menggigil, dan Laras membuang napas kuat-kuat. "Kan gue udah bilang hari ini bakal datang telat, gue juga w******p doi—ngasih liat n

