58

1010 Kata

BARRY berjalan lebih dulu menyusuri jalan setapak berbatu kecil menuju taman belakang rumah sakit, tempat mamanya sedang menikmati angin sore. Sementara Kania di belakangnya berjalan beriringin dengan sang kakak—Benita dan keponakan perempuan sambungnya—Lavina. Sesekali terdengar cekikikan kecil Kania dan si Lavina, menggoda Barry untuk berhenti memimpin jalan—menyuruh Benita di depan, dan dia jalan di samping Kania. Mungkin langkahnya akan lebih ringan. Mereka sampai di taman. Tidak perlu repot-repot mencari, mamanya berada tepat di seberangnya—duduk di bawah rimbun pepohonan—sibuk melihat langit. Benita maju lebih dulu, berlari kecil menggendong Lavina, mengajak anak berumur tiga tahun itu membuat kejutan untuk mama. Sementara dia terdiam ... dan saat itu juga tangannya terasa digengga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN