LARAS menatap nanar pintu yang dibanting Alby, perlahan mulai mengendurkan cengkeraman tangannya di dalam selimut. Rasanya begitu sait. Dia ingin lompat dari ranjang sialan ini, melepaskan infuse, mengejar Alby dan mengatakan I'am fine—I'am really fine. Namun ... tidak bisa. Tidak selang berapa lama, Elora masuk dengan wajah tertunduk, membetulkan kursi yang jatu dan duduk di sana. "El...." Hening. 5 menit. 10 menit. Elora tetap diam dan menunduk. Laras berinisiatif mengulurkan tangan dan mencubit pelan ujung dagu Elora. "Deketan sini duduknya. Lo kan tau, gue nggak terlalu jelas ngeliat lo." Lalu, tertawa kecil. Elora mengangkat wajah. "Lo pikir ini lucu?! Gimana bisa lo selalu menggampangkan semua hal di hidup lo? Gimana bisa gue terlibat sama kebohongan ini? Dan sekarang gue ng

