61

1073 Kata

"WAH, kebetulan yang luar biasa." Kania mendengar bisikan Barry, yang membuatnya semakin was-was. Dia bersiap untuk mengajak Barry meninggalkan antrian, namun namanya mengudara membuat niat itu menguap. Dia melirik Barry, yang tidak jauh beda dengannya—canggung, panik. Si pemanggil berdiri di sisi lain—menunggu kopi pesanan, tersenyum ramah seperti biasa. Dua orang sudah berlalu, giliran Kania dan Barry—tetapi kopi si pemanggil belum juga jadi. Proses pemesanan yang cepat, melempar Kania dan Barry ke tempat yang sama dengan si pemanggil. Kania tersenyum, lalu menyapa, "Hai, Mbak El." Kania masuk ke pelukan Elora beberapa detik dan kembali ke tempatnya berdiri dengan cepat. "Hai, By..." Sedari tadi bukan Elora yang membuat dia atau Barry panik, namun Alby. Lelaki itu berdiri di samping E

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN