Perjalanan panjang selama enam belas jam baru ditempuh selama delapan jam. Itu artinya, masih tersisa delapan jam lagi untuk sampai di tempat tujuan. Rasa bosan mulai menghantui Ayna, bahkan wanita itu sudah mati gaya. Entah apa lagi yang harus dia lakukan, tidak mungkin juga kalau lompat dari jendela pesawat. "Bosen!" gerutu Ayna mematikan tablet di tangannya. Varrel yang baru terbangun daru tidurnya melirik Ayna. Wajah sekretarisnya sudah tidak bersahabat, sepertinya dia tidak sabar untuk sampai ke tujuan. Tangan Varrel terulur, meraih lalu menggenggam tangan Ayna. Varrel tidak perduli kalau saat ini dia cap tidak tahu diri atau seenaknya. "Kamu itu kenapa sih, Ay? Apa yang bikin kamu gelisah? Kalau bosan nonton ya tidur, satu jam lagi kita transit. Atau kamu mau makan sesuatu?" "Bos

