"Oh, jadi ini calon istri kamu, Rel? Cantik, sesuai dengan apa yang mamahmu katakan. Hai, Ayna, perkenalkan saya Aura." Wanita bernama Aura itu mengulurkan tangan, dengan senang hati Ayna menerima jabatan tersebut. "Salam kenal tante Aura, aku Ayna." "Ya sudah, ayo kita mulai. Untuk baju akad ada beberapa pilihan gaun, jadi Ayna bisa memilih atau mencoba semua. Varrel juga sama, semua udah Tante siapkan sejak tadi," kata Aura mempersilahkan keduanya untuk masuk ke dalam ruangan khusus. Di dalam Ayna menatap kagum gaun indah yang terpajang. Semua gaun tidak ada yang gagal di matanya. Lagi-lagi Ayna tidak menyangka kalau dia akan benar-benar naik ke pelaminan. Hanya saja berbeda pria. Sekilas Ayna melirik Varrel, pria itu sangat serius mendengarkan apa yang Aura katakan. Kedua sahabatnya

