Suasana ruang televisi berubah jadi menegangkan. Ayna yang baru saja sampai apartemen merasa seperti sedang sidang. Di ruang televisi bukan hanya ada dirinya, melainkan ada Anggun dan juga Allysa. Kedua wanita itu masih sama-sama terdiam, membuat Ayna pun sungkan memulai pembicaran. Sekitar lima menit saling diam tiba-tiba Anggun melempar sebuah benda ke atas meja. Wanita itu masih berdiri, kedua tangan terlipat di d**a dengan mimik wajah menahan rasa geram. Dari menatap Anggun, kini Ayna beralih menatap benda yang baru saja di lempar. Test pack. Iya, benda yang Anggun lempar adalah test pack. Kedua mata Ayna membulat, jantungnya berdetak tidak karuan. Situasi ini benar-benar di luar dugaannya karena bukan seperti ini planning mereka. Lewat ekor mata Ayna melirik Allysa. Terlihat jelas

