Rasa sakit yang tiba-tiba menyerang membuat Ayna terbangun dari tidurnya. Walaupun mata berat, dia tetap membuka secara perlahan. Sesaat Ayna terdiam melihat sekeliling sambil berusaha berfikir apa yang sudah terjadi pada dirinya. “Lo udah bangun, Na?” Suara itu … Ayna menoleh ke arah kiri. Tepat di sampingnya berdiri Agatha yang kini sedang mengeringkan rambut. Tidak, tidak, mata Ayna tidak salah lihat, itu memang Agatha. Tapi sejak kapan wanita itu datang? “Minum dulu, Na, ga usah banyak mikir, ntar juga lo ingat sendiri,” kata Agatha seperti tahu apa yang ada di dalam otak sahabatnya itu. agatha duduk di tepi ranjang, mengambil segelas air yang sejak tadi sudah dia siapkan. Saat ini dia sendirian karena Karina sedang pulang mengambil baju. Agatha membantu Ayna duduk lalu memberikan

