“Ayna?” guman Varrel. Gumanan Varrel didengar oleh Galang dan juga Denis. Kedua pria itu saling pandang lalu mengikuti ke mana arah pandang mata Varrel tertuju. Entah mana yang namanya Ayna, keduanya masih tidak menemukannya. “Ayna siapa, Rel?” tanya Galang. Varrel menunjuk ke arah depan menggunakan dagunya. “Di meja depan yang dikelilingi para laki-laki.” Satu toyoran Varrel dapati dari Denis yang sepertinya gemas mendengar jawaban Varrel. “Lo dengar pertanyaan Galang apa engga, sih? Siapa, bukan di mana.” Tidak memperdulikan kekepoan kedua sahabatnya Varrel beranjak dari duduknya. Perlahan namun pasti, sambil bersedekap d**a Varrel menghampri wanita yang ternyata memang Ayna—sekretarisnya. Tidak langsung menegur, tetapi Varrel hanya memperhatian. Ada rasa tidak ingin ikut campur, te

