21

1051 Kata

Sinar matahari mulai memenuhi ruangan bernuansa warm white. Lelaki yang berada di dalam ruangan kamar ini masih terlelap dengan ditutupi selimut tebal berwarna cokelat muda. Berbeda dengan perempuannya, ia sedang terisak dalam diam. Tidak ingin mengganggu pria yang sedang tidur sambil memeluknya. Suara isakan itu semakin lama, semakin terdengar. Membuat pria yang awalnya tidur, terbangun karena suara bising. "Kenapa kamu nangis terus sih?" Raefal bertanya dengan mata yang masih tertutup. Sedangkan Alecia tidak menjawab, ia hanya membekap mulutnya dengan selimut supaya Raefal tidak bisa mendengar suara isakannya lagi. Tetapi itu nihil. Raefal bangun dan duduk disamping Alecia. Menatapnya dengan lembut. Tidak seperti kemarin. "Kenapa nangis terus?" tanya Raefal dengan menghapus air mat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN