Selalu di Pikiran

956 Kata

Permaisuri Delita mengantarkan Putri Api sampai gerbang istana. Ia memeluk dan mencium putrinya itu. "Hati-hati ya, Sayang." "Iya, Ibunda." "Satu minggu lagi aku jemput kau," ucap Pangeran Air. "Oke." "Yang Mulia, hamba pamit pulang dahulu. Terima kasih jamuannya, Yang Mulia," ucap Yaya membungkukkan badannya. Permasiuri Delita mengusap bahu Yaya pelan sambil tersenyum. "Jangan sungkan, kau boleh sering main-main ke sini," ucap Permaisuri Delita yang membuat Yaya semringah. "Terima kasih, Yang Mulia." "Sama-sama." Putri Api kembali memeluk Permaisuri Delita sebelum pergi meninggalkan istana. Banyak pengawal maupun pelayan yang memperhatikan mereka dari jauh. Melihat keakraban Permaisuri Delita dan seorang gadis yang mereka ketahui bernama Pricil itu patut dicurigai, karena dari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN