Pangeran Air berjalan menuju ruangan Ayahandanya—Raja Dafnas. "Salam hormat, Ayahanda." Raja Dafnas menoleh ke arah putranya. Tampak Pangeran air sudah siap dengan mahkota yang melekat di kepalanya. "Kau sudah siap, Putraku?" "Aku siap, Ayahanda. Tapi Ananda sama sekali tidak tahu apa tujuan Yang Terhormat Empu Eyang mengundangku ke sana." "Sejujurnya Ayahanda juga tak mengetahui, Putraku. Tanyakan saja pada Ibundamu." Raja Dafnas menatap Permasuri Delita. "Biarlah Empu Eyang saja nanti menjelaskan ya, Sayang. Kau hanya perlu ke sana saja dahulu." "Baik, Ibunda." "Sepertinya kau akan diangkat menjadi pengganti Empu Eyang," ucap Raja Dafnas menerka-nerka. Permaisuri Delita langsung menatap suaminya itu. "Kau jangan mengatakan hal yang belum tentu kenyataannya, Yang Mulia," ucap P

