Pangeran Air telah sampai di istananya. Walaupun ia sempat ditanyakan oleh ibundanya ke mana semalaman. Pangeran Air hanya memberikan alasan singkat yang membuat Permaisuri Delita mengangguk paham. "Selamat siang, Pangeran," sapa Mark dengan penuh cerianya. "Ya," jawab Pangeran Air singkat. "Apa yang terjadi Pangeran? Kenapa Pangeran terlihat tak bersemangat siang ini?" "Tidak ada." "Pangeran pasti berbohong. Hamba tahu sekali bagaimana sifat Pangeran. Sudahlah, Pangeran! Jujur saja pada hamba." Pangeran Air hanya diam. Ia masih memikirkan perubahan sikap Putri Api padanya. Apa sebenarnya yang terjadi? Kenapa gadis itu tiba-tiba berubah padanya? "Pangeran. Hei, Pangeran?" Mark mengibaskan tangannya di depan muka Pangeran Air, karena melamun. "Eh, iya?" "Ehm ... Pangeran Air pas

