Pagi-pagi ini, Permaisuri Delita sudah dipanggil oleh Empu Eyang ke kediamannya, untuk membicarakan suatu hal penting. Empu Eyang mengetahui tentang Pangeran Air yang bermalaman di istana Van Vuur. Empu Eyang juga mengetahui keanehan yang dirasakan oleh Raja Rowned melihag Pangeran Air. Ya, sepertinya kenyataan itu tak bisa ditunda-tunda lagi. Empu Eyang sudah memanggil Tabib Wedni datang kemari. "Salam hamba, Yang Terhormat Empu Eyang," salam Tabib Wedni membungkukkan badan. "Salam Ananda, Yang Terhormat Ayahanda," salam Permaisuri Delita pula yang baru datang. "Akhirnya, setelah sekian lama, aku memanggil kalian kembali menghadap kemari," ucap Empu Eyang. "Mohon ampun, Ayahanda. Apa tujuan Ayahanda memanggil Ananda kemari?" tanya Permaisuri Delita. "Putriku Delita, bayi kau dul

