Keesokan harinya Cup Cup “Pak, udah!” Thania merasa gemas sendiri karena berulang kali Danish mencium perutnya. Semenjak mengetahui kehamilan Thania sikap Danish benar-benar berubah. Raut wajahnya tidak bisa berbohong jika laki-laki itu sangat bahagia dengan kehamilan istrinya. Moment yang dinantikan akhirnya terkabul. “Apasih, Thania? Saya mau menyapa buah hati saya.” “Huft.” Thania menghela nafas. “Tapi untuk ke sekian kali Pak Danish melakukan hal ini. Thania sampai gemas sendiri.” ucapnya dengan nada sedikit kesal. Danish menyengir kuda. Ia menegakkan tubuhnya kembali ke sikap awal. Karena terlalu excited yang membuat sikap Danish seperti ini. “Maaf, ya.” “Oh ya, kamu mau sarapan apa pagi ini? Biar saya pesan makanan.” “Thania mau memasak…” “Nggak boleh!” ujar Danis

