Setelah merasakan pelepasan pertama mereka yang katanya luar biasa nikmat itu, keduanya terlelap tak sempat merapikan kembali baju tidurnya, memilih tidur berdua dibalik selimut saja biar tidak masuk angin. Sharen yang kini tidur dengan posisi miring membelakangi Saddam, terbangun merasa ada yang berat diarea pinggang dan perutnya. Membuka matanya perlahan menyesuaikan cahaya temaram dalam kamar. Tanpa berbalik Sharen tau tangan siapa yang telah memeluknya posesive seperti itu. Sharen menahan untuk tidak meregangkan tubuhnya seperti biasa layaknya manusia ketika bangun dari tidurnya. Agar Saddam tidak terusik dari tidurnya. Perlahan Sharen membalikkan tubuhnya menghadap Saddam, menatap dalam wajah pria yang telah berani menyentuhnya hingga memberikannya kenikmatan itu. "Gimana bisa aku ga

