OTW Jakarta
Ujian Nasional bagi pelajar SMP kelas 9 sudah dilalui sejak 1 bulan yang lalu, hari hari seperti ini adalah jam kosong tanpa pelajaran yang mana masuk sekolah hanya untuk nongkrong2 saja. Sharen yang merindukan ibunya memilih tidak masuk sekolah saja dan pergi ke Jakarta untuk menemui ibunya yang bekerja sebagai ART disana.
Sudah dari Sharen kelas 3SD ibunya bekerja jadi ART di Jakarta, bukan tanpa sebab ibunya harus meninggalkan anak dan suaminya untuk bekerja disana. itu dikarenakan ayah Sharen yang memiliki cacat fisik setelah kecelakaan 2 tahun sebelum ibunya memutuskan untuk bekerja di Jakarta.
Ayah Sharen sebelumnya bekerja di salah satu Pabrik Batik ternama di Jogja sebagai manager produksi. Namun sudah tidak lagi bekerja setelah kecelakaan pada waktu itu, saat ayah Sharen pulang kerja dalam perjalanan akan ke rumah. Motor yang dikendarai ayah Sharen disrempet anak muda yang sedang melakukan balap liar yang mengakibatkan ayah Sharen oleng, terjatuh dan kaki kirinya dilindas ban truck gandeng yang ada di kanan jalan.
Kecelakaan itulah yang membuat kaki kiri ayah Sharen lumpuh total meskipun tidak sampai diamputasi.
Beruntunglah pekerja pabrik didaftarkan di jamsostek yang mana meringankan biaya berobat dan perawatan ayah Sharen. Namun karena sudah tidak ada pendapatan lagi karena yang bekerja hanya ayah Sharen saja dan tabungan mereka juga semakin menipis, dengan berat hati ibunya Sharen memutuskan untuk bekerja jadi ART di Ibukota dan meninggalkan Sharen yang masih 9th kala itu.
Selama ini Sharen dibesarkan oleh ayahnya namun juga diawasi Pakdenya yang merupakan kakak kandung ayahnya yang rumahnya tidak jauh dari rumah Sharen.Tentu Budenya istri Pakde juga membantu dalam hal konsumsi namun tidak gratis untuk makan 3x sehari ibu Sharen mengirim uang ke Bude setiap bulannya.Dan uang yang dikirim ke ayah Sharen untuk biaya sekolah tagihan listrik air telepon uang saku Sahren dan biaya obat sang ayah.
Namun karena ibu Sharen memiliki majikan yang sangat baik mereka juga mengirim uang lebih ke rek ayah Sharen untuk kebutuhan Sharen agar dia tetap bisa memiliki apa yang diinginkan anak2 pada jamannya seperti teman2nya. Dan untuk biaya les les diluar sekolah yang diikuti Sharen agar Sharen memiliki ilmu lebih dari yang diajarkan disekolah.
Dan memang benar Sharen tumbuh jadi anak yang ceria pintar banyak prestasi dan selalu membanggakan orangtuanya. Tentunya itu membuat bahagia juga majikan ibunya di Jakarta. Sehingga mereka menjadikan Sharen anak angkat dikluarga itu. Namun Sharen yang terlalu menyayangi ayahnya tidak ingin tinggal di Jakarta. Dia memilih tetap di Jogja menemani sang ayah.
Pagi itu Sharen diantar hanya sampai Stasiun Yogyakarta oleh keluarganya. Awalnya Sharen dilarang jika berangkat sendiri ke Jakarta dengan mengendarai kereta api. Namun dengan kecerdasan yang ditambahi dengan kekeras kepalaannya akhirnya Sharen bisa berangkat sendiri menemui ibunya tersayang.
"Ayah... Sharen berangkat yaa.. Do'akan Sharen selamat sampai tujuan tanpa kurang satu apapun ya yah.." Pamit Sharen sambil salim dan memeluk ayahnya.
"iyaaa nak hati2 yaa... HP matikan jangan taruh barang sembarangan, kalau beneran ngantuk dompet hp taruh saku celana saja, jangan berhenti berdo'a, sholawatan terus sampai tujuan, jangan mau dideketin atau diajak ngobrol laki2 yang ga kamu kenal, ayah ga mau kamu diapa2in, langsung naik taksi aja jangan taksi online apa bus dan kendaraan umum lainnya. dan langsung telp ayah kalau sudah sampai tempat ibumu.
"iyaaa ayah kuh sayang... bhaiq akan Sharen kerjakan" sambil nyengir Sharen menjawab agar ayahnya tenang melepaskan kepergiannya yang untuk pertama kalinya ke Jakarta tanpa ditemani sang ayah dengan mengendarai kereta api pula.
"Pakde Bude.. Sharen berangkat yaa.. titip ayah" Sharen juga salim dan memeluk Pakde dan Budenya bergantian sambil mendengarkan nasehat2
"iyaa nak hati2, jalankan semua pesan ayah kamu yaaa jangan sampai ada yang terlewat" pesan Pakde
"Siyap Pakde" kata Sharen sambil memperagakan gerakan hormat
Sharenpun OTW Jakarta tanpa memberitahu ibunya terlebih dahulu. ia ingin memberi kejutan pada ibunya tercinta itu.
Dari Jogja ke Jakarta kurang lebih menempuh 8 jam perjalanan dengan kereta api. Selama itu pula Sharen tidak mengaktifkan HPnya dan menaruhnya disaku celana beserta barang2 yang ga seberapa berharga itu dalam sana. Dan Sharen lebih memilih tidur daripada bosan karena HP yang ga aktif.dia benar" menjalankan semua pesan dari ayahnya dong
"Ibu... sebentar lagi kita ketemu,, Sharen juga disana cukup lama sampai Sharen akan masuk sekolah SMU nanti. maafkan Sharen ya bu.. kalau nantinya malah bikin ibu emosi sekaligus khawatir sama Sharen yang berangkat sendiri ke Jakarta." monolog Sharen dalam hati sebelum kantuk melanda.
Setelah menempuh perjalanan panjang itu sampailah Sharen di Stasiun Pasar Senin. Tanpa mengambil HP dalam sakunya Sharen langsung bergegas berdiri dari kursi penumpang untuk mengambil 2kopernya yg ada diatas dan menunggu giliran turun.
Sampai diluar stasiun Sharen langsung menghampiri barisan para taksi dan drivernya dan meminta untuk diantar ke alamat tempat ibunya bekerja. Bahkan didalam taksipun Sharen masih tidak mengeluarkan HPnya dari dalam saku. dia benar2 melakukan semua pesan dari ayahnya. Sharen ingin membuktikan bahwa dia bisa dipercaya agar kedepan diberi ijin untuk bepergian sendiri lagi.
Setelah taksi yg dikendarainya memasuki komplek perumahan tempat ibunya bekerja, Sharen benar2 senang dan bangga akan dirinya yang bisa melakukan perjalanan jauh ini sendiri diusinya yang masih 16th itu. dia sudah tidak sabar untuk mengejutkan ibu mami papi dan 2 saudara angkatnya Mas Damdam dan Numnum.
Taksipun berhenti sesuai alamat yang diminta Sharen tadi, tepat di rumah besar nan megah itu Sharen turun dari taksi membayar agro dan mengambil 2 koper besarnya itu. setelahnya Sharen meminta satpam rumah besar itu untuk membukakan pagar agar dirinya bisa masuk. Satpam itu yang juga mengenal Sharenpun terkejut mengetahui Sharen datang sendiri tanpa ayah/pakdenya.
"Lhooo eneng sendirian? dari jogja? kata mang Asep dengan logat sundanya
"iyaaa mang... sendirian, kan Sharen sudah besar mau masuk SMU.
"iyak iyak emang sudah besar ya neng, makin cantik aja neng.. jandi mantu amang mau' yak hahahaaaa.."
Sharen hanya tersenyum malu, sambil masuk kedalam "amang bisa aja, Sharen masuk dulu ya, udah rindu sama yang di dalam"
"iyak neng silahkan atuh" tutup mang Asep
Setelah membuka pintu besar itu Sharen masuk dan mengucapkan salam dengan sedikit berteriak agar seluruh penghuni rumah besar itu tau kalau Sharen datang.