Ketika turun dari panggung HP Sharen berdering, hingga membuatnya meminta waktu untuk menjawab telephon itu di luar ruangan agar bisa bicara dengan nyaman. ("Hallooo... iyaa A'...) sapa Sharen dengan senyum manisnya meski si penelepon tidak dapat melihatnya. ("dimana neng..?? kok berisik.. kayak rame gitu...?!") ("masih temenin Virny kondangan A'... Aa' lupa ya... kan Sharen udah bilang sama Aa' sore tadi...") ("oh iyaa.. lupa Aa'nya... yaudah.. jangan lama lama disana.. ntar ada yang minat lagi...! buru pulang trus kabarin Aa' ya kalau sudah sampai apart... bye.. sayang.. !") ("oke Aa'nya Sharen... siyap.. bye...") setelah mengakhiri panggilan telepon itu Sharen menghela nafas dan hendak kembali masuk ke dalam, namun ia dikejutkan oleh Saddam yang tiba tiba sudah ada dibelakangnya

