Hiburan Berpotensi Menyesatkan

1833 Kata
"Ayah meninggalkan kita selamanya bukan untuk kita lupakan ndhuk..." jawab ibuk tanpa tenaga atas permohonan Sharen "Bukan hanya kamu yang merasa kehilangan, bukan hanya kamu yang merasa bersalah, bukan hanya kamu yang belum ikhlas merelakan kepergian ayah. Ibuk,, ibuk juga ndhuk... ibuk bahkan sangat merasa berdosa,, selama menjadi istri, ibuk tidak pernah melayani ayah dengan baik,, ibuk tidak pernah ada disampingya,, ibuk tidak bisa menemaninya,, bahkan,, di kondisi terakhinya ibuk hanya diberi kesempatan sebentar saja bertemu ayah." Lanjut ibuk dengan derai air mata dan pandangan yang kosong. Sharen meraih tubuh wanita paruh baya yang rela mengorbankan waktu kebersamaan dengan keluarganya demi mencukupi kebutuhan rumah tangga yang sejatinya bukan tanggungjawabnya itu. Sharen memeluk erat sang ibu dengan air mata yang tak kelah derasnya. "Maaf buk.. maaf.. maksud Sharen melupakan itu bukan melupakan ayah buk.. maksud Sharen melupakan keberadaan ayah yang saat ini sudah tidak bersama kita lagi buk.. untuk itu Sharen ingin berpuas dulu dekat dengan makam ayah... Untuk saat ini Sharen benar2 belum bisa melupakan ketidakberadaan ayah buk..." jelas Sharen "yohwes nek kowe isih ngeyel wae.. ibuk rah iso mekso. kowe wes gedhe wes kudu ngerti endi seng becik gawe uripmu" jawab ibuk ketika membalas pelukan Sharen "Tapi papi yang ga ikhlas dan ga rela kamu disini sendiri nak... papi terluka nak, ketika Sharen bilang butuh tempat berkeluh kesah dan tidak ingin datang ke papi" sahut papi ibra dengan mata berkacakaca Seketika Sharen beralih memeluk sang papi "Bukan begitu pii.. bukan maksud Sharen tidak memilih papi.. tapi,, papi tahu kan Sharen sudah sangat terbiasa bersama ayah selama ini,, maafkan Sharen pii, jika Sharen masih menempatkan ayah di nomor 1 hidup Sharen... tapi rasa sayang Sharen untuk papi selalu sebanding dengan sayang Sharen untuk ayah.. Sharen bisa jamin itu piii..." jelas Sharen agar sang papi tidak berkecil hati Papi hanya diam tak berkomentar namun gerakan mengusap punggung Sharen menadakan bahwa papi bisa menerima penjelasan Sharen. Pandangan Sharen beralih pada sang mami yang sedari tadi hanya diam ikut terisak tidak berkomentar dan enggan menatap Sharen. "Mamii.." ucap Sharen sambil tangannya hendak meraih tangan sang mami "hehh..!! mami baru sadar kalau kamu ternyata tidak benar2 menyayangi kami selama ini! kamu tidak benar2 menganggap kami orang tua! dan kamu juga tidak mau menghormati keputusan kami sebagai orang tua kamu yang masih hidup,, yang masih sanggup melindungi menjaga menyayangi dan menemanimu hingga kamu menikah kelak..." emosi mami dengan derai airmatanya "mamiii..." "jangan panggil mami kalau kamu ga anggap mami orang tua kamu!" Sahut mami masih dengan emosinya. Papi hanya diam menyimak sementara ibuk sudah kembali terisak. "kamu selalu dan selalu keras kepala Sharen.. setiap kali kami ingin hidup bersamamu kamu selalu dan selalu menolak dengan alasan ayah! tapi sekarang ayah sudah meninggal nak.. tolong.. jangan tolak kami lagi.. kami juga orang tua kamu.. kami juga ingin tinggal bersamamu.. kami ingin menajagamu, menemanimu, mendengar ceritamu keluh kesahmu.. mami ingin itu nak.. mami benar2 sayang kamu nak.. tolong jangan tolak kami ya nak.." pinta mami dengan menangkupkan kedua tangan menghadap Sharen seraya memohon tanpa berhenti terisak. Sharen tak kuasa melihat hal itu hingga iya meraih mami dalam pelukannya cukup lama hingga akhirnya Sharen berkata "Tolong mii.. hingga Sharen lepas SMU saja.. Sharen akan kuliah dan menikah di Jakarta nanti.. Janji Sharen." Ucap Sharen pada ketiga orang tuanya. Dan janji itulah yang akhirnya menyudahi perdebatan antara Sharen dan orang tuanya mengenai tempat tinggal Sharen. Sharen berjanji pada ketiga orang tuanya akan tetap berada dalam pengawasan pakde dan bude di Jogja. Sharen juga berjanji tidak akan ada nilai turun, sebagai bukti bahwa Sharen masih tetap pada koridor yang benar. Dan berlalulah episode episode proses pendewasaan diri Sharen di Jogja. meski masih dalam koridor pengawasan pakde bude, ternyata Sharen masih saja bisa mencari penghiburan lain yang dulu telah iya janjikan sebagai cara melupakan perasaannya pada Saddam. penghiburan yang Sharen maksud adalah dengan mencoba berpacaran dengan cowok disekitarnya. bukan hanya 1 cowok saja yang Sharen pacarin, tapiada beberapa cowok yang sengaja Sharen jadikan pacar hanya untuk kepentingan pamornya saja. apalagi dunia modelling, pamor itu nomor 1. hingga Sharen tidak lagi peduli dengan yang lain selain pamor dan kariernya. apasaja akan ia lakukan bila itu memberi keuntungan untuk karier dan pamornya, termasuk harus berpacaran dengan seorang cowok. "Sayang..." panggilan yang tertuju untuk Sharen dari pacarnya seraya mengecup puncuk kepalanya. "haii sayang..." balas Sharen memeluk tubuh sang pacar "udah selesai latihan vockalnya miss?" tanya sang pacar pada miss Vicka sang tuttor "yes vinised Bim.." jawab miss Vicka pada Bimo. ya benar.. kak Bimo lah yang menjadi pacar pertama Sharen. "okeh miss aku bawa pulang Sharen kalau begitu ya.." pamit Bimo "okeh dear... take your time" jawab miss Vicka sembari bercipika cipiki dengan Sharen. Dan berlalulah mereka ke luar studio sambil bergandengan tangan mesrah sekali. siapapun yang melihat pasti akan merasa takjub pada kedua insan itu. Bagaimana tidak bila mereka sama2 memiliki paras yang diatas rata2 dengan fashion style mereka juga yang kekinian jelas membuat siapapun iri melihatnya. "Mau makan dulu ga sebelum pulang? ntar ribet laper kalo sudah di rumah?" tanya Bimo sebelum menjalankan mobilnya. "Boleh deh kak,, mie ayam aja ya.." rengek Sharen "mie ayam lagi sih... nasi dong sayang.." "aku maunya mie sayang.." rayu Sharen with puppy eyes-nya yang membuat Bimo hanya bisa menghela nafas besar sebelum mengiyakan kemauan sang pacar. "no.. before kiss..." jawab bimo "just pipi yaaa kak... please ngertiin Share..." rengek Sharen "iyaaa sayang aku tau kok.. bangga malah punya pacar kamu yg bertekad menjaga diri sampai pernikahan..." Sharen tersenyum sebelum akhirnya benar benar mencium kedua pipi pacar super pengertiannya itu. Sayangnya hal manis itu tak berjalan lama sebab Bimo sudah terlanjut terikat contrak kerjasama dengan salah satu majalah luar negeri hingga mengharuskan mereka berpisah dan menyudahi hubungan mereka. karena sangat bisa dipastikan bahwa kesibukan Bimo disana tidak akan bisa meluangkan waktu untuk sekedar membari perhatian untuk Sharen. Sakit sedih pasti dirasakan keduanya, begitupun Sharen meski belum ada rasa lebih dari sayang, namun Sharen kembali merasa kehilangan sosok pelindung untuk kesekian kalinya. "Maaf... aku ga pernah ada rencana sebelumnya buat jadiin kamu pacar aku,, karena itu aku terima saja contrak itu.. Waktu keberangkatan sudah ditentukan jauh hari setelah penandatanganan contrak 1 thn yang lalu. hanya keberangkatan ku saja memang yang tidak bisa segera karena waktu itu sampai saat ini aku masih terikat contrak dengan agensi disini. Maafin aku Sharen... harus tinggalin kamu disaat kita baru memulai hubungan ini... maaf Shar..." kalimat panjang itu terlontar dari mulut kak Bimo, tepat 2 hari sebelum keberangkatannya ke luar negeri. Sharen yang tercenung dengan penjelasan Bimo masih merasa tak percaya akan berpisah dengan sosok pacar yang sangat pengertian baginya itu. "Shar... ngomong dong... jangan diem aja... aku makin sakit lihatnya..." rengek Bimo sambil menggoyang genggaman tangannya pada Sharen "Aku bisa apa...?? itu juga demi masa depan kak Bimo kan...?? aku rasa aku gada hak untuk melarang kak Bimo pergi... Ak..aku... hanya harus merelakan kepergian kakak meraih sukses..." jawab Sharen terbata karena isak tangisnya "Shar... sekali maafin aku yaaa... aku ga sanggup pisah sama kamu dan memintamu menungguku... aku rasa itu ga adil buat kamu... kamu harus bahagia disini,, nikmati masa mudamu,, lakukan apapun yang kamu mau yang belum kamu lakukan, lakukan semuanya Shar... termasuk,, mencari pacar baru.. aku akan selalu mendukungmu asal kamu bahagia meski tanpa ada aku di dekatmu." Lanjut Bimo dan membuat Sharen membelakkan matanya tak percaya Bimo barusaja memutuskannya. "Kak Bimo mau kita putus..??" tanya Sharen beserta semakin derasnya air mata yang mengalir di pipi mulusnya. "Shar... tolong... ini semua demi kebahagiaan kamu... aku ga mau kamu nunggu aku... karena aku akan sangat lama disana Shar... ga akan adil buat kamu hanya dengan menunggu ku yang ga pasti kapan akan kembali..." jelas Bimo agar Sharen mengerti. "baik.. Sharen ngerti.. sama dengan kakak.. Sharen minta kak Bimo disana juga terus bahagia.. dan cari pacar baru buat ganti Sharen... yaaa.. kak..." pinta Sharen akhirnya mengerti dengan keputusan sulit yang diambil Bimo. Sebulan setelah perpisahannya denga Bimo, Sharen mulai membuka diri lagi untuk menerima ajakan pacaran dari beberapa cowok yang tertarik padanya yang sekiranya masih cocok dengannya. Sungguh Sharen benar2 mendapatkan hiburan itu, sebab Sharen tak pernah sekalipun membalas perasaan tulus semua cowok itu padanya. Sharen hanya bermain main dan bersenang senang dengan mereka. Sharen sungguh tak peduli bila mereka sakit hati atas ulahnya. sebab diawal sebelum setuju untuk berpacaran Sharen selalu menceritakan dirinya yang tak hanya memiliki 1 cowok saja sebagai pacarnya. Dengan alasan dia kesepian di kota ini makanya dia butuh tak hanya 1 cowok untuk jadi menghiburnya. (hahahaaa.. alesan gebleks itu mah..) bila setuju ya mereka jadian, tapi kalupun ga juga ga ada ruginya si Sharen. Dan bila di tengah2 hubungan mereka ada yang protes atas sikap Sharenn,, maka tanpa segan Sharen akan segera memutuskan pacarnya. Dan hebatnya lagi, Sharen benar2 bisa mengendalikan diri dan membatasi diri dalam berpacaran untuk tidak melakukan skinship berlebihan. Batas Sharen hanya sekedar berpelukan, cipika cipiki dan cium kening. Prinsip Sharen untuk memberikan penghormatan bagi suaminya kelak termasuk kissing. sebab bagi Sharen kiss will trap you in s*x, karena itu Sharen selalu menolak melakukannya dengan pacarnya. jika sang pacar tidak terima, ya putus.. itulah hiburan yang berpotensi menyesatkan yang dilakukan Sharen berkali kali sebagai balasan akan sikap Saddam dulu. Entah mengapa Sharen tidak pernah menggunakan hatinya disetiap pacarannya. mungkinkah hati itu sudah terpatri oleh satu nama... ataukah hati itu masih belum sembuh dari sakit yang pernah ia rasakan sebelumnya.. hanya Sharen dan Allah yang tahu. Tak hanya sekali juga Sharen benar2 diposisi jomblo ketika pacar2 Sharen dengan kompak mulai berulah. Dan waktu jomblo itu ia gunakan untuk Qtime karena terbebas dari jadwal berpacaran. "Banyak pacar bukan bikin gue makin cantik malah makin buluk.. gada waktu buat perawatan nih gue gegara kepadatan jadwal pacaran sih.. hahaa.. geblek emang!" monolog Sharen ketika ia bercermin dalam kamarnya. "telp miss Vicka aja deh check jadwal biar tau kapan gue bisa perawatan.. biar dapet cowok lagi.. hahahaaa..." lanjut monolog Sharen, dan setelah sambungan terhubung... ["Halloo assalamu'alaikum miss"] ["waalaikumsalam.. yess Sharen waths up"] ["hehee.. just schedulle check miss.. please..."] [have a plan babe?? don't act up!!! I won't clean up the mess you made!"] ["hahahahaaa... I have no plans to mess up dear.. I just need quality time to beautify myself.. may i...?"] ["really? not lying to me are you? just watch out if you get caught lying to me! I'm here not just your tutor and also your manager, but I'm your mother too! remember it dear"] ["yes mom, i know and i will always remember. really, I just want to beautify myself, aarrgh...It's been a long time since I didn't spoil myself... want to go with me?"] ["ooohhh... good girl.. no I don't want to .. just take your time babe.. I'll send your schedule later on chat.. oke babe.. take care.. love you..."] ["okeh mom.. love you too"] "elllaaahhh... jan mesti nek enek seng takon jadwal mesti dicurigai... duwe manager koyok satpam wae.. kalah no si mbhok ku.. hahahaaaa... tapi mestine kudu beryukur no aku.. akeh seng sayang aku no... heheee..." monolog Sharen dengan bahasa jawanya setelah bertelepon dengan miss Vicka yang memang lebih sering menggunakan bahasa inggris untuk sehari2nya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN