Becca menghitung setiap langkahnya, dan sudah puluhan langkah sejak Becca meninggalkan Randi di belakang, ia belum juga mendengar Randi yang menyusulnya. Saat Becca ingin mendekati garbarata, Becca baru mendengar langkah kaki Randi yang mengejarnya. “Tunggu, langkahmu cepat sekali, aku udah berusaha ngejar dari tadi. Kamu cepat sekali.” Kata Randi, sambil terengah-engah. Becca sudah menghadap ke arah Randi yang kini sudah meletakkan kedua tangannya di pinggang, berusaha mengambil nafas sebanyak-banyaknya. “Dari tadi aku sudah jalan, kamu masih diam aja, Ran.” Kata Becca. “Maaf.” Kata Randi, singkat, masih berusaha untuk menormalkan sistem pernafasannya. Langkahnya tadi sudah terlalu cepat mengejar langkah Becca, Becca terlalu cepat untuk Randi, Randi juga tidak tahu sejak kapan kekas

