“Sudah, Bec. Tidur. Kalau kamu nggak tidur, nanti kamu malah sakit atau malah terjadi apa-apa sama kamu. Tidur ya, mulai besok aku nggak ada lagi disampingmu.” Belum selesai Randi mengucapkan kalimatnya, Becca langsung menoleh cepat ke arah Randi. Menatap tajam mata Randi, bisa-bisanya Randi malah mengingatkan kalau mereka akan berpisah mulai besok. Randi menyadari tatapan tajam dari Becca. “Nggak, bukan gitu maksud aku. Kamu kan mulai besok ceritanya bakal liburan nih, jadi mending kamu sekarang tidur, ya.” Randi mengelus pelan kepala Becca, tidak ingin kalau Becca salah paham dengan kalimatnya barusan. Becca tidak lagi memperdulikan apapun yang akan Randi lakukan. Becca hanya fokus memikirkan nasib dirinya yang tidak akan bisa bertemu langsung dengan Randi selama beberapa waktu, waktu y

