Saat ini nama seorang Rebecca mendadak tercemar, "Gimana tanggapan mba Rey, selaku manajer dari Rebecca?" Rey yang baru keluar dari restoran fast food tercengang, dengan ucapan salah satu jurnalis yang ia kenal. "Maaf ya mba, kita kan udah saling kenal ya. Bisa gak kalau berita ini tidak usah kau kupas tuntas?" Pinta Rey, seraya berjalan menjauhi mereka. "Mba Rey!" Jurnalis itu kembali memanggil nya. Rey berhenti karena panggilan nya, "Tetap kuat demi Mba Rebecca ya. Karena infuluencer xxx yang membuat cerita semua ini." Setelah mendengar ucapan tadi, semua kata umpatan keluar dari bibir cantik Rey. "Thxyou, Mba! Jurnalis kesayangan aku dan Becca!" Pekik Rey, seraya berlari menuju mobilnya. Sementara si jurnalis, hanya tersenyum di belakanh Rey, merasa dirinya telah berada di j

