“Frans.. Cinta yang tadinya tidak ada, bisa muncul karena terbiasa. Begitu pula, cinta yang sudah ada, bisa menghilang jika tidak memiliki wadah. Aku yakin, kita berdua bisa melakukannya. Kita hanya perlu saling mengacuhkan. Menjalani hidup masing-masing. Kau hanya perlu menganggapku tidak ada, sementara aku akan mencari cara melunasi hutangku. Hem?” Tanya Nana dengan suara bergetar. Frans menggeleng, “Tidak. Jangan pikirkan hutangnya. Mana bisa aku melakukan itu, Na? Aku tidak bisa berpisah denganmu. Apalagi mengetahui bahwa kau juga mencintaku. Kenapa kita harus melakukan ini?” “Sejak awal kita tidak pernah memutuskan untuk bersama. Kita hanya kebetulan ditempatkan di wadah yang sama. Ini bukan perpisahan. Kita hanya menjalani hidup kita seperti sebelumnya, layaknya ketika kita belum m

