Mimpi Terburuk

1671 Kata

“Ke.. ke kebun belakang..” Pria itu terbata dengan menunjukkan jari jempolnya ke arah belakang pom bensin. Frans mendecak dengan menjatuhkan kantung belanjaannya dan berlari menuju kebun yang ditunjuk oleh pria penjaga toilet tersebut. Langit sudah benar-benar gelap. Angin lembab berhembus kencang dan dingin, disusul dengan rintik gerimis yang perlahan turun. Jantung Frans berdebar keras. Ia merasa sangat takut. Bukan takut pada lima pria besar yang sudah pasti adalah orang-orang Richard. Ia juga bukan takut kepada gelapnya kebun besar yang membentang di depan matanya. Namun ia sangat takut kehilangan Nana. Ia takut gadis itu terluka. Frans mengeluarkan ponselnya untuk menyalakan senter. Awalnya ia hendak menghubungi Nana, namun ia mengingat tadi Nana meninggalkan tasnya di dalam mobil

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN