Frans membopoh Nana untuk duduk di sofa ruang tamu yang berada di sisi lain partisi penyekat ruangan. Begitu sudah meletakkan Nana di sana, ponsel Frans berdering dengan menunjukkan nama Tora pada layarnya. Frans mengangkat telepon itu, “Tora,” “Ya? Ada apa kau menghubungiku?” Tanya Tora dari sebrang telepon. “Bisakah kau memanggil taxi dari kantorku ke rumah?” Pinta Frans. “Tentu saja.” Jawab Tora, “Ngomong-ngomong, untuk apa kau memesan taxi?” tanyanya bingung. Di dalam sejarahnya bekerja bersama Frans, jumlah mereka memesan taxi bisa dihitung menggunakan jari dari satu tangan. “Nana terpeleset saat membersihkan kamar mandi ruanganku. Sepertinya kakinya terkilir. Ah, tolong panggilkan dokter juga untuk memeriksanyadi rumah nanti.” “Kaki Nana terkilir? Astaga, gadis itu..” Gumam Tor

