Sisi Lain

1790 Kata

Kedua bola mata tajam beriris coklat terang itu terbelalak. Lidahnya kaku karena mendapati sebuah sensasi baru yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya. 'Apa-apaan ini?!!' Frans berteriak dalam hati. Ia menatap tumpukan benda bulat agak gepeng berwarna coklat keemasan yang tertata rapih di atas piring besar satunya lagi. "Kenapa? Tidak enak, ya? Maaf kalau tidak enak. Ini pertama kalinya aku memasukan keju ke dalam perkedel." Nana menyadari raut wajah Frans yang seketika berubah bagai habis melihat hantu. Frans menatap Nana dengan serius, "Apa nama makanan ini?" "Hah? Pe.. perkedel," Jawab Nana bingung. Ia jelas sudah mengatakannya tadi. Mungkin Frans melupakan atau tidak mendengarkannya sama sekali. "Rasanya kenapa begini?" Tanya Frans lagi. Perlahan, Nana menarik piring berisi perke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN