“Tora, apakah terjadi sesuatu pada Frans? Sebenarnya Frans ada di mana? Bagaimana keadaannya?” Tanya Nana lagi, berusaha tenang meski setiap denyut jantungnya mulai terasa menyakitkan. “Nana,” Akhirnya Tora menaikkan wajahnya untuk menatap gadis itu sendu. Dari wajah Tora, Nana bisa langsung mengetahui ada yang tidak beres. Ia tidak bisa menahan kedua matanya yang muali berkaca-kaca. Mengepalkan kedua tangannya untuk apapun yang keluar dari mulut Tora. “Aku masih percaya bahwa Frans baik-baik saja, Tora. Meski kau bersikap seperti ini.. aku percaya Frans baik-baik saja.” Gumam Nana dengan suara bergetar. Setelah menarik nafas panjang, Tora mengangguk, “Frans.. dia ada di rumah sakit ini. Namun.. ia sedang koma, Na.” “Koma?” Ulang Nana dengan air mata menetes jatuh. Tora mengangguk le

